Senin, 19 Januari 2009

Sekarang Saatnya Beli Mobil

Industri otomotif di dalam negeri sepertinya akan gonjang ganjing seperti yang dialami negara-negara industri dunia, seperti AS dan Jepang.


Namun, bedanya jika di pasar Amerika Utara dan Jepang serta negara industri lainnya harga mobil diturunkan, sementara di dama negeri harga mobil akan terus menanjak.


Jika di AS dan Jepang penjualan mobil melorot gara-gara daya beli masyarakat yang anjlok, meski berbagai promosi digelar untuk menjaring konsumen.


Sedangkan di pasar dalam negeri, masyarakat sepertinya akan semakin kesulitan mendapatkan mobil baru, terutama untuk menyesuaikan anggaran mereka dengan harga mobil yang bakal merangkak terus.


Gaikindo memprediksi harga jual mobil bakal naik setiap bulan sepanjang 2009. Besaran kenaikan diperkirakan sekitar 5%-8% dan mulai

terasa pada Januari ini.


Adapun pemicu kenaikan harga jual mobil adalah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang cenderung menekan rupiah, selain juga biaya produksi yang naik sekitar 20% karena pelemahan rupiah tersebut.


Untuk itu, sekarang saat yang paling tepat untuk membeli mobil, atau mobil itu semakin tak terkejar karena harga terus merangkak naik, sehingga anggaran untuk membeli mobil itu pun sulit tercapai.

SBY Resmikan FTZ Batam, Bintan, Karimun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan sekitar pukul 10.30 WIB tiba di Batam guna melakukan kunjungan kerja selama dua hari, 19-20 Januari 2009.


Setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Presiden beserta rombongan langsung menuju Pantai Coastarina, Ocarina Mega Tourism untuk melakukan peresmian pelaksanaan kawasan perdagangan bebas (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun.


Kepala Negara juga akan menandatangani prasasti operasional proyek baru dan perluasan 18 perusahaan di BBK (Batam, Bintan, Karimun), dimana untuk kawasan Batam antara lain berupa tiga perluasan usaha hotel dan tiga hotel baru.


Turut dalam rombongan Kepala Negara antara lain Ibu Ani Yudhoyono, Jurubicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Mensesneg Hatta Rajasa dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.


Sebelumnya Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah mengatakan bahwa aturan main penerapan FTZ terdiri ketentuan bea masuk dan keluar, dimana pengusaha diberi kemudahan tanpa dipungut pajak bea ekspor, pajak penjualan, bebas PPN, bebas pajak barang mewah, dan pelayanan yang cepat baik imigrasi, perizinan, perlindungan keamanan.


Menurutnya, dengan berlakunya FTZ maka rentang waktu yang dibutuhkan untuk mengurus perizinan akan lebih cepat.


"Selama ini, yang paling lama pengurusan itu adalah Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL). Bisa capai sebulan. Ada yang capai 1,5 bulan. Kita akan upayakan dua hingga empat minggu saja," kata Ismeth.


Pada Juni 2006, Pemerintah Indonesia dan Singapura bersepakat bekerja sama mengembangkan perekonomian di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) BBK, yang kini dinamai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) BBK.


Sementara itu pada sore harinya sekitar pukul 15.00 WIB, Presiden dijadwalkan berdialog dengan sedikitnya 50 orang pengusaha nasional dan 50 orang pengusaha asing di Turi Beach Resort Batam.


"Dialog itu akan bertemakan daerah perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) khususnya di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK)," kata Kepala Badan Promosi dan Investasi Kepulauan Riau HS Mohammad Taufik.


Dialog itu dimaksudkan agar peserta dapat mengetahui lebih banyak tentang FTZ di Indonesia, terutama di BBK dari Presiden, dan peserta dapat mengemukakan harapan atau pandangan mengenai FTZ.


Presiden beserta rombongan dijadwalkan meninggalkan Batam pada Selasa pagi.

Tarif Angkutan Umum Turun 7,22%

Menteri Perhubungan (Menhub), Jusman Syafii Djamal mengatakan, pemerintah pusat menetapkan secara nasional penurunan tarif angkutan umum sebesar rata-rata 7,22% menyusul turunnya harga bahan bakar minyak (BBM).


"Persentase penurunan tarif itu akan ditetapkan dengan keputusan Menhub," kata Jusman di Padang, Minggu malam.


Hal itu disampaikannya seusai membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) ke IV diikuti sekitar 300 pengusaha angutan umum.


Menurutnya, penetapan persentase penurunan itu atas penghitungan biaya pokok untuk angkutan kota antar provinsi (AKAP).


"Pemerintah meminta keputusan itu segera dibicarakan antara Organda di daerah dengan pemerintah daerahnya masing-masing," ujarnya.


Berapa penurunan tarif di daerah tergantung karakteristik masing-masing dan untuk nasional ditetapkan pada kisaran itu (7,22%).


Ditanya bentuk pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap penurunan tarif ini, Jusman mengatakan, jika ini tidak terjadi (menurunkan tarif, red) akan ada upaya untuk menilai perusahaan angkutan umum.


Menanggapi keputusan tersebut, Ketua DPP Organda, Murphy Hutagalung, menyatakan, semua provinsi akan berbeda dalam penetapan penurunan persentase tarif itu.


"Sedangkan dalam penghitungan Organda penurunan tarif ini sebesar tujuh persen. Kepada anggota Organda didaerah diberikan hak menurunkan tarif lima sampai rujuh persen dan jika ada yang 10 persen juga silahkan," tambahnya.


Berapa persentase penurunan tarif di setiap daerah tergantung kepada pemerintah daerah masing-masing, sepanjang dapat membantu peranan Organda.


Ia menyebutkan, atas penurunan tarif ini, Organda juga mengharapkan pemerintah berikan dukungan dalam bentuk penghapusan bea masuk suku cadang.


Penghapusan ini agar harga suku cadang tidak lagi mahal, karena mobil saja sedang naik harganya. "Jadi jangan jadikan Organda tumbal dalam kondisi penurunan harga BBM," tukasnya.

15 Produsen Siap Pasok Minyak Goreng Murah

Sebanyak 15 produsen minyak goreng (migor) skala besar siap memasok minyak goreng murah sepanjang tahun 2009. Beberapa produsen itu antara lain Asian Agri, Salim Ivomas Pratama (bimoli), Sinar Mas, Musim Mas, Wilmar Internasional, Astra dan lain-lain.

"Ini adalah dalam rangka stabilisasi minyak goreng untuk masyarakat menengah bawah. Ada 15 perusahaan besar yang melakukan komitmennya, mengawali program pemerintah Minyakita," kata Ketua Umum MS Hidayat usai bazar migor di Jl Sentiong, Kramat, Jakarta, Selasa (20/1/2009).

Menurut Hidayat harga yang diberikan produsen-produsen besar tersebut lebih rendah dari harga pasar yaitu sebesar Rp 6.000 per liter. Hal ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial (CSR/Corporate Social Responsibility) dari para produsen.

"Mereka umumnya produsen besar terutama di Medan, jaringan mereka pun kuat," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto mengatakan pada bulan Januari ini Sinar Mas berencana memasok migor 100.000 liter, yang akan disalurkan setiap pekan di 5 wilayah di DKI Jakarta, yang mencakup 5.000 liter disetiap lokasinya.

"Ini bagian dari kepedulian sosial bagi masyarakat dengan mendukung pemerintah melalui operasi pasar minyak goreng," katanya.

Sebelumnya pada tahun 2008 lalu Sinar Mas telah menyalurkan sedikitnya 502.294 liter minyak goreng melalui kegiatan bazar serupa. Bahkan sejak tahun 2005 hingga pertengahan tahun lalu telah menyalurkan 25.968.677 liter minyak goreng.

98% Investor RI Pilih Investasi Uang Tunai

Investor di Indonesia masih memilih produk investasi berisiko rendah di tengah situasi krisis keuangan yang terjadi saat ini. Uang tunai dan deposito dianggap paling aman.

Selama triwulan IV-2008 sebanyak 98% investor Indonesia berinvestasi dalam bentuk uang tunai atau deposit yang meningkat dibandingkan 95% di triwulan III-2008.

Demikian Laporan Indeks Sentimen Investor ING di triwulan IV 2008 yang dilakukan perusahaan jasa keuangan global, ING, Selasa (20/1/2009).

ING juga mencatat 88% investor Indonesia berinvestasi di sektor properti pada triwulan IV 2008. Investor Indonesia merupakan yang paling optimis di Asia mengenai harga properti.

Investor Indonesia melihat bahwa harga properti akan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 4,4% pada triwulan 1-2009.

"Secara garis besar, berinvetasi dalam bentuk uang tunai bukanlah keputusan investasi yang tepat. Uang tunai yang terus ditahan akan mengalami penurunan nilai dalam jangka panjang akibat banyaknya aksi pendanaan yang dilakukan oleh pemerintah untuk perekonomian nasional," tulis ING.

ING menyarankan investor untuk melihat rencana investasi yang mencakup portofolio aset riil, seperti sektor properti. Melalui portofolio aset riil, investasi investor juga akan bertumbuh sesuai dengan risiko yang dihadapi.

Kondisi Ekonomi akan Membaik

Survei juga menunjukkan peningkatan signifikan jumlah investor yang mengatakan bahwa kondisi ekonomi nasional dan finansial di triwulan IV memburuk dibandingkan triwulan sebelumnya.

Namun untuk triwulan I-2009, investor Indonesia memiliki harapan bahwa kondisi ekonomi nasional dan keuangan pribadi mereka akan membaik. Sebanyak 77% investor Indonesia percaya bahwa kondisi ekonomi di triwulan I 2009 akan membaik.

Data tersebut tidak lepas dari fakta yang menunjukan bahwa investor Indonesia paling khawatir akan kepastian pekerjaan akibat dari krisis ekonomi, dibandingkan dengan investor negara lain di Asia. Hal ini terlihat dari hasil survei 74% investor Indonesia merasa khawatir mengenai kepastian kerja. Persentase ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asia.

Walaupun investor di Asia melihat bahwa dampak inflasi akan menurun terhadap keputusan investasi mereka, namun investor Indonesia merasa bahwa inflasi masih akan berlanjut dan akan terus memiliki andil dalam membuat keputusan untuk berinvestasi.

Berdasarkan hal tersebut, investasi dalam bentuk uang tunai dan emas tetap menjadi instrumen pilihan bagi investor Indonesia dalam masa inflasi. Sebanyak 67% dari investor Indonesia merasakan dampak dari inflasi di triwulan IV 2008. Kemudian sebesar 70% mengatakan bahwa mereka akan terus dipengaruhi oleh inflasi di triwulan I 2009.

Dampak Obama

Sejumlah besar Investor Indonesia berharap situasi ekonomi Amerika Serikat akan membaik pada triwulan I 2009. Mereka juga sangat optimis akan adanya dampak positif dari perubahan kepresidenan Amerika Serikat terhadap keputusan investasi mereka.

Sebanyak 65% investor Indonesia berharap adanya dampak positif dari pergantian kepresidenan Amerika Serikat terhadap keputusan investasi mereka. Serta 66% mengatakan bahwa mereka akan terus dipengaruhi oleh perekonomian Amerika Serikat pada triwulan 1-2009.

Indeks Sentimen 2008 Turun

Sentimen Investor di Indonesia juga mengalami penurunan di tahun 2008, dimana indeks menempati posisi 109 pada triwulan IV dari posisi 136 pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini pun disebabkan oleh reaksi investor terhadap situasi keuangan dan ekonomi global.(

Jamsostek Targetkan Pendapatan Naik 10% di 2009

PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) menargetkan pertumbuhan laba bersih di tahun 2009 sebesar 10 persen menjadi Rp 1,27 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya 937,6 miliar.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga
di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan
Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (20/1/2009).

"Target pertumbuhan itu sudah masuk dalam RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) tahun 2009," ujarnya.

Sementara itu, target iuran tahun 2009 diperkirakan naik 17 persen menjadi Rp 11.463 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 9,8 triliun di tahun 2008.

Untuk pendapatan, ia memperkirakan masih tetap naik 25 persen menjadi Rp 2,8 triliun. Sedangkan untuk total aset, pada tahun ini ditargetkan menjadi Rp 75 triliun atau naik 22 persen dari 2008 yang sebesar Rp 61,5 triliun.

Mengenai target kepesertaan perseroan di tahun 2009, iJamsostek mengharapkan tumbuh hingga 23 persen menjadi 17.066 perusahaan dari tahun sebelumnya yang hanya 13.879 perusahaan.

Sedangkan jumlah tenaga kerja dari perusahaan tersebut pada 2009 ditargetkan meningkat 2,5 juta orang dari realisasi 2,3 juta di tahun 2008. "Jadi meningkat sekitar 10 persen," imbuhnya.

Kemudian, untuk jumlah tenaga kerja mandiri perusahaan plat merah tersebut di tahun 2009, diperkirakan naik 25 persen menjadi 114.000 orang dari tahun sebelumnya hanya 91.000 orang di tahun 2008. Sementara itu, untuk tenaga kerja perorangan diperkirakan tetap berjumlah sekitar 32.000 orang.

Menurutnya, Jamsostek juga akan meningkatkan investasinya di tahun 2009 sebesar 22 persen menjadi Rp 72,7 triliun dari tahun 2008 yang hanya mencapai Rp 59,5 triliun.

Ia juga mengatakan akan ada perubahan porsi investasi di tahun 2009. Porsi investasi di 2009 yaitu deposito sebanyak 30 persen menjadi Rp 19,7 triliun, saham sekitar 11 persen sebanyak Rp 6,68 triliun. "Angkanya turun dibandingkan tahun 2008 yang jumlahnya itu awal tahun 20 persen," katanya.

Sedangkan sisa investasi lainnya disimpan dalam bentuk, reksadana, penyertaan
dan properti.

Tidak Minati Reksadana Pelabuhan Bahana

Ia mengatakan, perseroan tidak berminat membeli produk investasi reksadana penyertaan terbatas (RDPT) pembangunan EastKal Base Supply Base di Penajam, Balikpapan, Kalimantan Selatan yang diterbitkan sesama BUMN yaitu PT Bahana TCW Investment Management.

"Jamsostek tidak mau masuk ke reksadana khusus Bahana, perusahaaan pengembang pelabuhan EastKal itu tidak jelas," katanya.

Sebelumnya, Bahana mengharapkan dapat meraup dana Rp 50 miliar dari perusahaan BUMN pada produk reksadana tersebut. Pada penawaran tahap pertama Desember 2008, reksadana tersebut berhasil menggenjot dana investasi Rp 265 miliar dari yang ditargetkan Rp 325 miliar.

Jumat, 16 Januari 2009

MANDALA IMPLEMENTASIKAN ‘KEBIJAKAN TERBANG DENGAN SATU JENIS PESAWAT’ mulai 16 Januari 2009

MULAI 16 Januari 2009 MANDALA HANYA MENGOPERASIKAN ARMADA MODERN AIRBUS SEBAGAI TRANSISI ATAS PENGHENTIAN PENGGUNAAN BOEING B737 YANG BERUSIA LEBIH TUA. MANDALA KINI MENJADI MASKAI DI KAWASAN INI YANG HANYA MENGOPERASIKAN ARMADA PESAWAT PALING MUDA.

Mandala tetap berpegang pada business plan-nya untuk menata ulang armadanya dengan menggunakan satu jenis armada penerbangan modern yang memberikan layanan yang aman, andal dan terjangkau. Mandala kini menjadi maskapai Indonesia yang menggunakan armada penerbangan paling modern.

Mandala melayani para pelanggannya dengan menggunakan Boeing B737-400 terakhir pada 15 Januari 2009. Sebelumnya, Mandala telah menghentikan operasi B737-200 pada awal tahun 2008 sebagai bagian dari strategi menjadikan Mandala sebagai maskapai yang lebih efisien dan dengan begitu memungkinkan para penumpangnya bisa menikmati perjalanan udara dengan pesawat baru dan modern dengan harga yang terjangkau. Ini merupakan yang pertama di Indonesia dimana ada maskapai penerbangan yang hanya menggunakan satu jenis pesawat untuk melayani pelanggannya.

Chief Executive Officer Mandala Airlines, Warwick Brady menegaskan, “meski menghentikan operasi semua pesawat jenis Boeing kami sangat berterima kasih bahwa Boeing telah melayani para penumpang Mandala terbang ke seluruh tujuan di Indonesia selama bertahun-tahun dan Boeing telah mengantar Mandala menjadi salah satu maskapai terbaik dalam dua dekade terakhir.”

Sebagai pengakuan atas keberhasilan Mandala mentransformasi dan memperbaiki dirinya sebagai salah satu brand terbaik, Mandala menerima PR Award 2008 dan hal itu mengukuhkan penghargaan “brand terbaik yang diterima Mandala pada tahun 2002.

Semenjak krisis keuangan global, kehadiran jenis armada pesawat yang berusia muda memungkinkan perusahaan menjadi sangat cost efisien dan memungkinkan tiket perjalanan udara tetap terjangkau palanggan sembari Mandala tetap memberikan layanan terbaik yang andal, aman, dan ramah. Mandala kini menjadi salah satu maskapai di Indonesia yang mengoperasikan pesawat paling muda dan menawarkan keselamatan penumpang sesuai dengan standard keselamatan internasional, memberikan layanan yang bisa diandalkan dengan tariff yang terjangkau. Mandala telah mentransformasikan dirinya menjadi maskapai rujukan di Indonesia.

Dalam empat bulan terakhir, Mandala telah menerima tambahan armada Airbus A319 pada bulan September dan Airbus A320 di bulan Desember 2008. Penambahan jumlah armada membuat Mandala kian kuat dalam menghadirkan layanan terbaik pada rute-rute penerbangan yang dilayaninya. Mandala telah menambah rute layanannya seperti rute Pekanbaru-Batam-Pekanbaru pada 26 Desember 2008. Mandala juga menambah frekuensi layanannya di Jambi, Pangkalpinang, Batam dan Padang. Mandala kembali akan mendapat tambahan armada Airbus pada tahun 2009 ini.

Warwick Brady menambahkan bahwa para penumpang Mandala kini akan terbang bersama generasi maskapai modern. “Kami sangat bangga bisa menginformasikan bahwa Mandala memensiunkan Boeing dan mulai saat ini hanya menerbangkan pesawat dari jenis Airbus saja.”

Mandala memulai operasinya di Indonesia dengan menggunakan pesawat Lockheed Electra dan Vickers Viscount, dengan menerbangi beberapa kota di Indonesia pada tahun 1969. Mandala memodernisasi armadanya dengan menggunakan Boeing B737-200 pada 1992. Mandala menambah armadanya dengan Boeing B737-400 pada tahun 2001 dan terhitung sejak 2005 sebagian besar armada Mandala adalah B737-200 dan B737-400.

Kini Mandala telah bertransformasi menjadi maskapai penerbangan dengan keseluruhan armada penerbangannya menggunakan Airbus. Pesawat Airbus memiliki kursi lebih banyak dari Boeing B737 yang selama ini kami operasikan dan dengan kabin yang lebih lapang Airbus memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpang Mandala.

Pada 2008, Mandala memfokuskan aktivitasnya dalam mereposisi citra Mandala sebagai maskapai berusia 40 tahun dengan menggunakan armada pesawat termuda. Tahun ini, Mandala fokus dalam membangun jaringan rutenya dan memastikan masyarakat kembali mengenal Mandala Airlines. Hasil dari semua upaya itu akan tampak dari kuatnya permintaan dengan adanya jutaan penumpang yang memilih terbang dengan Mandala.